ARSITEKTUR TONGKONAN, ARSITEKTUR BERTEMA GREEN ROOF


Tongkonan, rumah adat Toraja, masih gampang ditemui di berbagai lokasi di Tana Toraja. Tongkonan berfungsi bukan hanya sebagai rumah. Pada awal berdirinya Tongkonan merupakan pusat kekuasaan dan sumber pemerintahan serta sebagai tempat pembinaan kesatuan dan kekeluargaan serta kegotongroyongan dalam berbagai bidang kehidupan (Duapadang, 2013). 

Namun arsitektur Tongkonan, pada saat ini nampaknya banyak dipengaruhi oleh perkembangan zaman. Pengaruhi tersebut terlihat dari perubahan beberapa komponen bahan pembuat tongkonan. Salah satu yang nampak jelas terlihat adalah penggunaan atap seng atau asbes untuk menggantikan atap bambu dan ijuk. 

Tongkonan yang masih mempertahankan arsitektur lama sudah agak sulit untuk ditemukan, berikut beberapa lokasi yang dapat anda kunjungi untuk melihat Tongkonan tersebut:


BUNTU PUNE




Selain Tongkonan dan alang (lumbung), di objek wisata Buntu Pune, pengunjung juga dapat melihat kuburan batu, erong (peti jenasah Toraja), dan patane yang dianggap sebagai patane pertama yang dibangun di Toraja. Patane adalah bangunan makam berbentuk kubus dengan satu pintu masuk khusus dan tanpa jendela. Bangunan makam tersebut dapat menampung beberapa jasad sehingga satu patane biasanya digunakan untuk pemakaman keluarga besar.



buntu pune toraja utara
Jalur Menuju Buntu Pune dari Pusat Kota Rantepao
Buntu Pune merupakan salah satu objek wisata yang berada di sebelah selatan kota Rantepao, ibukota kabupaten Toraja Utara. Kondisi jalan menuju objek wisata ini baik sehingga dapat dilalui sepeda motor dan mobil. Hanya butuh waktu kurang lebih 35 menit berjalan kaki dari pusat kota untuk sampai ke objek wisata ini atau sekitar 15 menit dengan motor atau mobil




  



KE'TE' KESU'






Ke'te' Kesu' merupakan salah satu objek wisata Toraja yang paling banyak dikenal. Di objek wisata ini, terdapat tongkonan yang telah berusia ratusan tahun. Tongkonan-tongkonan tersebut masih terawat dengan baik. 

Orang mengagumi arsitektur bangunan dengan konsep-konsep ramah lingkungan, salah satunya adalah bangunan-bangunan bertema green roof. Namun lihatlah, jauh sebelum itu, orang Toraja sudah menikmati konsep green roof. Atap tongkonan dan alang terbuat dari bambu dan ijuk yang mampu bertahan hingga puluhan tahun. Cuaca membuat atap bambu menjadi lapuk sehingga mengundang lumut, tanaman paku, dan beberapa jenis anggrek untuk tumbuh di situ. Vegetasi tersebut lama kelamaan akan menutupi keseluruhan atap. Harmoni alam di atap tongkonan tersebut dilengkapi dengan kehadiran burung-burung yang bersarang di celah-celah atap.

Ke'te' Kesu' Terletak Tidak Jauh dari Buntu Pune

Menapaki jalan setapak menuju bagian belakang tongkonan Ke'te' Kesu', terdapat lokasi makam gantung yang berusia sama dengan tongkonan Ke'te' Kesu'. Erong dan tau-tau terdapat di sini menunjukkan bahwa lokasi makam merupakan pemakaman bagi kaum bangsawan.





PALAWA'




Tongkonan Palawa' terletak di sebelah utara kota Rantepao. Perjalanan ke Palawa' dapat ditempuh dalam waktu 30 menit dengan sepeda motor atau mobil. Lokasi Tongkonan Palawa' hanya berjarak sekitar 15 menit perjalanan menuju pusat tenun khas toraja di To' Barana'. Pemandangan sepanjang perjalanan tidak akan membosankan karena pemandangan pepohonan dan sawah dan sungai sa'dan muncul bergantian di sepanjang perjalanan.

Jalur Menuju Tongkonan Palawa'


ARSITEKTUR TONGKONAN, ARSITEKTUR BERTEMA GREEN ROOF ARSITEKTUR TONGKONAN, ARSITEKTUR BERTEMA GREEN ROOF Reviewed by Torayaa on 7:18:00 AM Rating: 5

2 comments:

  1. Jangan cuma gedung atau bangunan lainnya yang ramah lingkungan. Tetapi pola hidup masyarakat juga harus berubah. Contohnya meminimalisirkan penggunaan produk yang terbuat dari plastik.

    Contoh, penggunaan Box makanan yang terbuat dari kertas. Kertas dapat berbaur dengan lingkungan. Artinya kertas merupakan bahan yang ramah lingkungan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju Mas Irham, teknologi di bidang industri juga punya peran besar dalam merubah gaya hidup masyarakat. Ketika industri sudah mampu menghasilkan produk2 kemasan ramah lingkungan, saya kira gaya hidup masyarakat akan menyesuaikan dengan itu.

      mungkin dalam beberapa hal, kita perlu menggali teknologi dan gaya hidup nenek moyang kita, salahsatunya atap yang dipake tongkonan jaman dulu. Salam

      Delete

Powered by Blogger.